Alternatif Obat Diabetes : Kulit Pohon Raru

Bermula dari Ibu Mertuaku yang didiagnosa terkena Diabetes sehingga kami khususnya istriku berusaha mencari informasi berbagai obat alternatif. Langkah yang paling gampang adalah bertanya sama om google ... dari sana dapet beberapa informasi yang cukup mengembirakan karena ada obat alternatif yang bahannya ada di kampung saya yaitu binatang undur-undur dan buah sawo.

Dalam artikel kali ini saya tidak akan membahas tentang kedua obat alternatif diatas (silahkan tanya om google..) tapi saya akan membahas obat alternatif lain yang didapat istriku dari informasi tetangga yang suaminya terkena diabetes juga.

Menurut informasi tetangga (orang Medan) suaminya yang terkena diabetes cuma minum air rebusan kulit pohon raru hasilnya mujarab karena kadar gulanya normal dan tak perlu pantang makanan ini-itu, akhirnya kami beli sama tetangga tersebut (kebetulan beliau sengaja punya stok) karena Kulit kayu ini harus dipesan dari daerah Sumatera Utara (tidak tahu persisnya dimana)jadi repot kalau tidak punya stok karena kami tinggal di Kabupaten Bungo Propinsi Jambi.

Setelah melihat kulit kayu tersebut, saya jadi penasaran bagaimana bentuk pohon aslinya karena dikampung saya (Desa Benuang-Muara Enim-Sumsel) ada pohon yang namanya Seru yang memiliki tekstur kulit hampir sama dengan raru, cuma kalau pohon Seru bisa menyebabkan gatal-gatal jika kita pegang karena ada "miang" nya. Tapi sayang rasa penasaran saya tidak terjawab karena dicari di Google pun tidak ada gambar pohon Raru asli ( Yang bisa kasi info mohon komen dibawah artikel ini ya).

Sekarang kita bahas soal kulit raru yang bisa menjadi obat alternatif diabetes, dari blognya Ray Oktary Veryanthy saya mendapatkan info sebagai berikut :

Kulit raru oleh masyarakat Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah biasanya dimanfaatkan
untuk campuran minuman tuak (minuman tradisional) yang diduga fungsinya untuk menghambat fermentasi. Hal ini didukung oleh Soerianegara dan Lemmens (1994), yang mengatakan bahwa kulit raru dapat digunakan untuk mencegah nira cepat berbuih dan untuk menghambat fermentasi minuman tuak dan anggur. Selain itu menurut informasi yang berhasil dikumpulkan kulit raru ternyata dapat digunakan sebagai obat penurun kadar gula (diabetes), malaria serta diare.

Kulit kayu Raru bisa di pesen di lapok-lapok (warung minumam orang batak). Karena kulit Raru tersebut juga digunakan untuk campuran Tuak. Coba pesen di Lapok2 ..

Bahan nya :
- Kulit Kayu Raru –>> Bisa di pesen di Lapok atau di pasar traditional.
- Buah Mahkota Dewa yang kering –>> Bisa di dapatkan di tukang jamu.
- Air
- Kendi dari tanah liat untuk merebus.

Cara nya :
Campurkan kulit Raru kira-kira 20cm, dengan mahkota Dewa, dengan Air di dalam Kendi dari tanah liat, kemudian di rebus/godok sampai air berkurang.. (mendidih bukan acuan siap di sajikan).

Perkiraan air waktu direbus : 3:1
Misal : Waktu merebus air yang di masukan 3 Gelas, kemudian direbus sampai air menjadi 1 gelas, baru bisa di minum. Karena pasti terjadi penguapan saat merebusnya.

Catatan :
Ramuan harus di ganti tiap hari, supaya khasiat Raru dan Mahkota dewa lebih terasa.
Campuran Raru dan mahkota dewa yang lama boleh dicampur beserta ramuan yang baru.
Ramuan diminum 2 x 1 ( Pagi dan malam sebelum tidur), cukup 1 gelas sekali minum.
Jangan lebih dari 2 gelas/ hari. Karena bisa terjadi penurunan Gula darah yang drastis, sehingga membuat penderita kaget dan menjadi lemas.

Untuk melihat informasi lengkap beserta kesaksian Ray Oktary Veryanthy yang Ibunya juga terkena diabetes bahkan divonis harus diamputasi, silahkan lihat di http://rayoktary.wordpress.com

NB :
Info dari tetangga saya, beliau hanya minum air rebusan kulit pohon raru saja tanpa dicampur dengan buah mahkota dewa seperti informasi diatas tapi mungkin dengan dicampur buah mahkota dewa khasiatnya akan lebih mujarab karena buah mahkota dewa khan memang banyak manfaatnya.

No comments:

Post a Comment